Pengembangan Program Pendidikan Interprofesional

Pengembangan Program Pendidikan Interprofesional

Wiralis, S.TP., M.Si.Med

Dr. La Banudi, M.Kes

Askrening, SKM., M.Kes

Dr. Kartini, S.Si.T, M.Kes

Hesti Wulandari, M.Keb

Dian Yuniar Syanti Rahayu, M.Kep

Khalidatul Khair Anwar, M.Keb

Samsuddin, S.Kep., Ns., M.Kep

Muliati Dolofu, SKM., MHPE., FFRI

Poltekkes Kemenkes Kendari

Kota Kendari

Pengembangan Program Pendidikan Interprofesional

Pengembangan Program Pendidikan Interprofesional

Hak Cipta Wiralis et al. Lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License (CC BY-NC-ND).

Penulis:  Wiralis, S.TP., M.Si.Med; Askrening, SKM., M.Kes; Dr. La Banudi, SST., M.Kes; Dr. Kartini, S.Si.T, M.Kes; Samsuddin, S.Kep., Ns., M.Kep; Dian Yuniar Syanti Rahayu, SKM., M.Kep; Khalidatul Khair, M.Keb; Hesti Wulandari, M.Keb; Muliati Dolofu, SKM., MHPE., FFRI

Editor: Ainul Rafiq, S.Kep

ISBN: 978-623-88118-3-0

DOI: 10.36990/978-623-88118-3-0

Diterbitkan Oleh
Poltekkes Kemenkes Kendari,
Jl. Jenderal A.H. Nasution No. G14, Kota Kendari, 93231, Sulawesi Tenggara
editorial.jurnaldanhakcipta@poltekkes-kdi.ac.id | https://mybook.poltekkes-kdi.ac.id

Anda diperbolehkan untuk Berbagimenyalin dan menyebarluaskan kembali materi ini dalam bentuk atau format apapun. Berdasarkan ketentuan, Atribusi — Anda harus mencantumkan nama yang sesuai, mencantumkan tautan terhadap lisensi, dan menyatakan bahwa telah ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukan hal ini dengan cara yang sesuai, namun tidak mengisyaratkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda. NonKomersial — Anda tidak dapat menggunakan materi ini untuk kepentingan komersial. TanpaTurunan — Apabila Anda menggubah, mengubah, atau membuat turunan dari materi ini, Anda tidak boleh menyebarluaskan materi yang telah dimodifikasi.

Kata Pengantar

1

Alhamdulillah, atas segala limpahan Rahmat dan Karunia Tuhan Yang Maha Esa, buku ini dapat tim penulis selesaikan. Pengembangan Program Pendidikan Interprofesional menyajikan seluruh proses dalam pengembangan program pendidikan antar profesi atau Interprofessional Education (IPE). Kualitas mutu pelayanan kesehatan yang terbaik merupakan tujuan dari semua profesi kesehatan. Paradigma pelayanan yang berorientasi pada pasien telah lama dikembangkan. Pasien seharusnya menjadi subyek bukan obyek pelayanan kesehatan, dan salah satu strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien dengan melalui pendidikan antarprofesional. IPE adalah suatu bentuk proses belajar mengajar, diikuti oleh dua atau lebih profesi yang berbeda untuk meningkatkan kolaborasi dan kualitas pelayanan. Tujuan utama IPE untuk membentuk tenaga kesehatan yang profesional dan mampu meningkatkan kualitas interprofessional collaboration (IPC) dalam dunia pelayanan khususnya di rumah sakit. IPE menjadi dasar dalam pembentukan kolaborasi dengan pengetahuan dan keterampilan dasar interprofesional dalam masa pendidikan.

Sumber Pustaka

1

Barr H. Toward a theoretical framework for interprofessional education_ Journal of Interprofessional Care_ Vol 27, No 1. 2012.

Beker LEELMASR. Relationships of power_ implications for interprofessional education_ Journal of Interprofessional Care_ Vol 25, No 2 [Internet]. 2010. Available from: https://doi.org/10.3109/13561820.2010.505350

BPPSDMK Kemenkes. (2019). Module Pelatihan Peningkatan Kapasitas Dosen dalam Pembelajaran Interprofessional Education (IPE).

Cahya Asri, A. and Budiono, I. (2019) ‘Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Puskesmas’, Higeia Journal of Public Health Research and Development , 3(4), pp. 556–567. Available at: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeiahttps://doi.org/10.15294/higeia/v3i4/31881.

Committee on Quality Health Care in America IoM. Crossing the Quality Chasm: A New Health System for the 21st Century. Washington, DC: National Academy Press; 2001.

Depkes, R. I. (2002). Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. YBP-SP-POGI-IDAI-Perinasia-IDI-JHPIEGO/MNH.

Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI. (2014). Pedoman Pengenalan Praktik Kolaborasi dan Pendidikan Interprofesi untuk Mahasiswa dan Profesional Muda Kesehatan (S. J. Olam & M. P. Julica (eds.)). Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud RI.

Freitag M CV. Handoff communication: using failure modes and effects analysis to improve the transition in care process. Qual Manag Health Care. 2011;20(103-9).

Friedman, M. M. (2010) Buku ajar keperawatan keluarga, teori dan praktik. Jakarta: EGC.

Gilbert JHV. Interprofessional education for collaborative, patient-centred practice. Can J Nurs Leadersh. 2005;18(2).

Gorontalo PK. MANFAAT YANG DIDAPATKAN MAHASISWA DALAM MENGIKUTI INTERPROFESSIONAL EDUCATION ( IPE ) DENGAN PENDEKATAN CASE STUDY Fakhriatul Falah. 2020;(2):1–5.

HPEQ Student – IYHPS. Buku Pedoman Pengenalan Praktik Kolaborasi dan Pendidikan Interprofesi untuk Mahasiswa dan Profesional Muda Kesehatan: Nusantara Health Collaborative. 2014.

Interprofessional Educational Collaborative, Practice IC, Values. Core Competencies for Interprofessional Collaborative Practice : 2016 Update. Interprofessional Educ Collab. 2016;10–1.

Interprofessional Education for Collaboration. Interprofessional Education for Collaboration. 2013.

IPCLU. (2012). Role Clarification (Interprofessional Competency). http://www.youtube.com/watch?v=Z0a3wwGOXHk

Kemenkes RI (2017) Buku Panduan GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), Warta Kesmas. Jakarta: Kemenkes RI. Available at: http://www.kesmas.kemkes.go.id/.

Kementrian Kesehatan RI (2016) Pedoman Umum Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Kementrian Kesehatan RI (2017) Buku Monitoring dan Evaluasi PIS-PK, Kemenkes RI. Jakarta: Kemenkes RI.

Kusumaningrum PR. Interprofesional Education ( IPE ) Sebagai Upaya Membangun Kemampuan Perawat Dalam Berkolaborasi Dengan Tenaga Kesehatan Lain. 2018;1(1).

Maria Oleinik, Lous Ryan Allen dan Raymon A Smego J. Interprofessional education_ a concept analysis – PMC. 2010.

Mubarak, W. I. (2011). Promosi Kesehatan untuk kebidanan (Vol. 38). Salemba Medika.

Mundakir. (2006). Komunikasi Keperawatan: Aplikasi dalam Pelayanan. Graha Ilmu.

Muzaham, F. (2014). Memperkenalkan Sosiologi Kesehatan. UI-Press.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta.

Novita, N., & Franciska, Y. (2011). Promosi kesehatan dalam pelayanan kebidanan. Salemba Medika.

Perry, A. G., & Potter, P. A. (2009). Basic nursing: Essentials for practice. Mosby, Elsevier.

Piterman L, Newton JM, Canny BJ. Interprofessional education for interprofessional practice: does it make a difference? 2010;193(2):92–3.

Prawirohardjo, S. (2014). Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. In Jakarta: Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Pusat Pendidikan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Pedoman Pembenrukan Unit Pengembangan Pendidikan Profesional Kesehatan (UP3K) Health Professional Education Unit (HPEU). 2016;

Reeves, Scott, Laure Perreier, Joanne Goldman DF. Interprofessional education_ effects on professional practice and healthcare outcomes – Reeves, S – 2013 _ Cochrane Library. 2013.

Sardiman. (2011). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Raja Grafindo Persada.

Simatupang, E. J. (2008). Manajemen Pelayanan Kebidanan (1st ed.). EGC.

Suratri, M. A. L., Jovina, T. A. and Sulistyowati, E. (2019) ‘Pengetahuan Masyarakat dan Pelaksanaan Wawancara Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Beberapa Puskesmas di Indonesia’, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 3(1), pp. 1–8. doi: 10.22435/jpppk.v3i1.1867.

Susanti Dyeri, Hesti Wulandari, Ryka Juaeriah, Modul Interprofessional Education; 2016.

Thistlethwaite, Jill e.Value-Based Interprofessional Collaborative Practice: Working Together in Health Care. New York: Cambridge University Press; 2012.

Toman KP, Probandari AN, R ABT. Interprofessional Education ( IPE ) : Luaran Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan dalam Praktik Kolaborasi di Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. 2016;5(2).

Tully MP AD, Dornan T, Lewis PJ, Taylor D, WassV. The causes of and factors associated with prescribing errors in hospital inpatients: a systematic review. Drug Saf. 2009;32:819-36.

UP3K Poltekkes Kemenkes Jakarta 1. Buku Pedoman Modul Interprofessional Education Program Studi Pendidikan Vokasi. 2017.

Wall R. Active participation. Aviat Week Sp Technol (New York). 2007;167(8):71–2.

Woods DM HJ, Angst D. Improving clinical communication and patient safety: clinician-recommended solutions. Agency for Healthcare Research and Quality. 2008.

Yusuf S. Pengembangan Model Interprofessional Education di FIK UIN Alauddin Makassar. 2015;

Tentang Penerbit

2

Penerbit Buku Poltekkes Kemenkes Kendari merupakan media diseminasi luaran Tri Dharma Perguruan Tinggi pada cakupan ilmu-ilmu kedokteran, kesehatan, dan biomedis yang tersedia dalam format buku. Melalui program Penerbitan Ilmiah yang saat ini dinaungi oleh Unit Jurnal dan Hak Atas Kekayaan Intelektual, Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Penerbit Buku Poltekkes Kemenkes Kendari mulai dibentuk sejak tahun 2021 dan menjadi Anggota ISBN Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.